Aksi Mahasiswa Kalsel Menolak Kenaikan BBM Mogok Makan, Segel Kantor Pertamina

Gelombang penolakan kenaikan harga BBM terus
“meletus” di Kalsel. Aksi demonstrasi kini tak hanya
sekedar berorasi dan “membajak” truk tangki BBM.
Kemarin (22/3) beberapa mahasiswa melakukan aksi
mogok makan di depan gedung DPRD Kalsel.
Rencananya mereka akan menginap di sana sampai waktu yang belum ditentukan.
Syam Indra Pratama, Banjarmasin
Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi
Gerakan Mahasiswa Kalimantan Selatan (AGMKS) ini
sebelum melakukan aksi mogok makan, sempat
mendatangi kantor Pertamina sales Area Banjarmasin. Di sana mereka menempelkan kertas
yang bertuliskan “atas nama rakyat, kantor
Pertamina disegel”.
Setelah menyegel kantor Pertamina, mereka lalu
melakukan aksi mendorong sepeda motor hingga ke
gedung DPRD Kalsel. Sampai di depang gedung DPRD Kalsel, mereka lalu menggelar tikar dan menutup
mulut mereka dengan lakban hitam.
Salah satu peserta aksi, mengatakan, aksi mereka
sebagai bentuk keprihatinan mereka atas rencana
kenaikan BBM yang diusulkan pemerintah. Bahkan
pemerintah dinilai acuh dan tak mendengar jeritan rakyat kecil, makanya mereka melakukan mogok
makan dan meminta pemerintah memperhatikan
suara rakyat menolak kenaikan BBM.
“Kami ingin pemerintah membuka mata, bahwa tak
seharusnya subsidi BBM dihapus, kami akan menginap
di sini dan belum memastikan kapan akan mengakhiri aksi ini,” cetusnya.
Selain massa dari AGMKS, kemarin ada dua kelompok
lagi yang menggelar aksi menolak kenaikan harga
BBM, yaitu Pemuda Pancasila kota Banjarmasin dan
beberapa mahasiswa dari Unlam. Inti dari aksi mereka
sama, yaitu menolak kenaikan BBM dan sama-sama menyuarakannya ke DPRD Kalsel.
Ketua Pemuda Pancasila Kota Banjarmasin, Wahyu
mengatakan, pihaknya sudah menyerap aspirasi
masyarakat di beberapa kecamatan di Banjarmasin.
Rata-rata masyarakat menolak kebijakan
pemerintah untuk menaikkan harga BBM hingga Rp 1.500. “Kita menolak usulan kenaikan BBM ini, karena
tak tepat dilaksanakan sekarang. Ditengah
masyarakat masih banyak yang kesusahan,” cetusnya.
Sementara itu, ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah
yang menemui para pendemo mengatakan, sepakat
dengan tuntutan para pendemo. Namun ia meminta, aksi demo tidak berjalan anarkis dan tetap damai,
serta tetap menjaga keutuhan NKRI.
“Kita setuju dengan tuntutan para pendemo itu.
Boleh-boleh saja melakukan aksi demonstrasi dan
menyampaikan aspirasi. Namun harus damai dan tak
anarkis, jangan sampai merusak, apalagi membakar fasilitas umum,” tandasnya. (yn/bin)

Sumber: radarbanjarmasin.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s